“… PERJUANGAN MELAWAN KEKUASAAN adalah PERJUANGAN INGATAN MELAWAN LUPA ..."

dhia_prekasha's posts with tag: . mesir

What are tags? You can give your posts a "tag", which is like a keyword. Tags help you find content which has something in common. You can assign as many tags as you wish to each post.
View posts by people in your network with tag . mesir
ReviewReviewReviewReviewNabi Muhammad Genius dan Tidak Buta HurufJun 27, '07 7:22 PM
for everyone
Category:Books
Genre: Religion & Spirituality
Author:Pengarang: Syekh Al-Maqdisi
Resensi Buku
Nabi Muhammad Genius dan Tidak Buta Huruf
Jum'at, 22/06/2007 14:08 WIB
M. Budi Santosa - Okezone

Judul: Nabi Muhammad, Buta Huruf atau Genius?
Judul Asli: Khurafatu ‘Ummiyyati Muhmmad
Pengarang: Syekh Al-Maqdisi
Penerbit: Nun Publisher, Jakarta
Cetakan: April, 2007
Isi: 130 halaman

Pertanyaan mendasar yang terlontar ketika kita membahas sejarah kenabian Muhammad SAW adalah, apakah nabi terakhir bagi umat Islam ini bisa membaca dan menulis ataukah sebaliknya ummi alias buta huruf?

Dalam banyak buku dan penjelasan para ulama, Nabi Muhammad sering digambarkan sebagai orang yang ummi. Di sini lah letak perdebatannya. Nabi Muhammad memang ummi, tapi dalam kadar dan dalam arti yang bagaimana? Benarkah ummi bagi nabi identik dengan buta huruf?

Buku karya Syekh Al-Maqdisi yang dialihbahasakan oleh Abu Nayla mencoba untuk membahas masalah pro dan kontra mengenai keummian Nabi Muhammad. Buku kecil setebal 130 halaman ini mengajak pembaca untuk mengerti makna keummian lebih luas.

Pertanyaan-pertanyaan di benak pembaca coba dijawab dalam buku ini, seperti benarkah Nabi Muhammad buta huruf? Apakah beliau pernah menyatakan bahwa dirinya betul-betul tidak mampu membaca dan menulis sejak kecil hingga akhir hayatnya? Jika beranggapan Nabi Muhammad mampu membaca dan menulis, apakah itu akan mengurangi keabsahannya sebagai utusan Allah?

Sejumlah kata pembenar bahwa nabi ummi adalah, kitab suci Alquran hingga kini terjaga keasliannya. Isi kitab suci ini tidak pernah berubah, termasuk tidak pada saat zaman nabi sekalipun. Keummian nabi sangat menonjol untuk memberikan pembenar bahwa Alquran tetap autentik dari wahyu Tuhan bukan buatan Muhammad SAW. Lah, nabi saja tidak bisa membaca dan menulis, bagaimana mau mengubah atau membuat kita suci, kira-kira begitu argumen kalangan ini.
Nabi pun dianggap ummi, karena memang dia tidak bisa membaca dan menulis. Hal itu sebagai argumen bahwa nabi memang manusia biasa, meski nabi adalah manusia pilihan yang ditunjuk Allah untuk menjadi khalifah bagi umat manusia di muka bumi ini.

Ada lagi argumen yang menyebutkan Nabi Muhammad memang ummi, namun dalam arti tidak bisa menulis dan mengarang seindah kitab suci Alquran. Kalangan ini berpendapat, jelas nabi tidak ummi, karena mampu menerangkan makna yang ada dalam Alquran. Namun, nabi sebagai sebagai utusan Allah tidak menunjukkan kemampuannya dalam membaca dan menulis.

Lantas apalagi argumen yang menyebutkan nabi ummi? Buku ini juga mengupas anggapan dan tafsir dari berbagai kalangan ulama maupun Alquran, bahwa keummian Nabi Muhammad adalah karena dia dilahirkan di tanah Arab dan zaman jahiliyah. Alquran sering menyebut kaum Nabi Muhammad sebagai ummi.
Jadi Nabi tidak ummi? Syekh Al-Maqdisi mencoba memberikan jawaban dari berbagai perspektif yang muncul ditambahkan dengan berbagai sumber selain Alquran juga Hadis. Bahkan dalam sebuah hadis disebutkan, Nabi Muhammad mampu membaca dan menulis. Salah satu bagian penting lainnya adalah bahwa Nabi Muhammad pernah membaca surat pamannya Abbas yang dikirimkan dari Makkah dan mengabarkan isinya kepada para sahabat.

Kiranya dengan membaca buku yang didesain sebagai buku saku ini, pembaca akan menemukan perspektif yang lebih komprehensif tentang keummian dan kegeniusan Nabi Muhammad. Meski dalam awal perjalanan kenabiannya, Nabi Muhammad seperti halnya manusia biasa bingung dengan perintah “Bacalah!”. Nabi sebagai manusia biasa pun bertanya tentang apa yang dibaca? Membaca untuk apa? Bagaimana cara membacanya? Hingga akhirnya Jibril menjawab: “Bacalah dengan menyebut asma Rabb-mu yang menciptakan.”



© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help