“… PERJUANGAN MELAWAN KEKUASAAN adalah PERJUANGAN INGATAN MELAWAN LUPA ..."

VideoDOKUMENTASI BUKU & FOTO Ketua CC-PKI DN AIDIT Apr 26, '08 6:47 PM
for everyone
DOKUMENTASI BUKU & FOTO DN AIDIT
http://www.youtube.com/watch?v=HrSltoB8zP0&NR=1

From: sibentea
Joined: 1 year ago
Videos: 31
Added: August 24, 2007 (More info)

Dipa Nusantara Aidit, lebih dikenal dengan DN Aidit (30 Juli 1923 - 22 November 1965), adalah Ketua Central Comitte Partai Komunis Indonesia (CC-PKI). Ia dilahirkan dengan nama Achmad Aidit di Pulau Bangka, dan dipanggil "Amat" oleh orang-orang yang akrab dengannya. Di masa kecilnya, Aidit mendapatkan pendidikan Belanda.

Ayahnya, Abdullah Aidit, ikut serta memimpin gerakan pemuda di Belitung dalam melawan kekuasaan kolonial Belanda, dan setelah merdeka sempat menjadi anggota DPR (Sementara) mewakili rakyat Belitung. Abdullah Aidit juga pernah mendirikan sebuah perkumpulan keagamaan, "Nurul Islam", yang berorientasi kepada Muhammadiyah.

Menjelang dewasa, Achmad Aidit mengganti namanya menjadi Dipa Nusantara Aidit. Ia memberitahukan hal ini kepada ayahnya, yang menyetujuinya begitu saja.

Dari Belitung, Aidit berangkat ke Jakarta, dan pada 1940, ia mendirikan perpustakaan "Antara" di daerah Tanah Tinggi, Senen, Jakarta Pusat. Kemudian ia masuk ke Sekolah Dagang ("Handelsschool"). Ia belajar teori politik Marxis melalui Perhimpunan Demokratik Sosial Hindia Belanda (yang belakangan berganti nama menjadi Partai Komunis Indonesia).
Dalam aktivitas politiknya itu pula ia mulai berkenalan dengan orang-orang yang kelak memainkan peranan penting dalam politik Indonesia, seperti Adam Malik, Chaerul Saleh, Bung Karno, Bung Hatta, dan Prof. Mohammad Yamin.

Menurut sejumlah temannya, Hatta mulanya menaruh banyak harapan dan kepercayaan kepadanya, dan Achmad menjadi anak didik kesayangan Hatta. Namun belakangan mereka berseberangan jalan dari segi ideologi politiknya.

Meskipun ia seorang Marxis dan anggota Komunis Internasional (Komintern), Aidit mengikuti paham Marhaenisme Sukarno dan membiarkan partainya berkembang tanpa menunjukkan keinginan untuk merebut kekuasaan. Sebagai balasan atas dukungannya terhadap Sukarno, ia berhasil menjadi menjadi Sekjen PKI, dan belakangan Ketua.

Di bawah kepemimpinannya, PKI menjadi partai komunis ketiga terbesar di dunia, setelah Uni Soviet dan RRT. Ia mengembangkan sejumlah program untuk berbagai kelompok masyarakat, seperti Pemuda Rakyat, Gerwani, Barisan Tani Indonesia (BTI), Lekra, dan lain-lain.

Dalam kampanye Pemilu 1955, Aidit dan PKI berhasil memperoleh banyak pengikut dan dukungan karena program-program mereka untuk rakyat kecil di Indonesia. Dalam dasawarsa berikutnya, PKI menjadi pengimbang dari unsur-unsur konservatif di antara partai-partai politik Islam dan militer.

Category: News & Politics
Tags: DN Dipa Nusantara AIDIT Ketua CC-PKI Pemilu 1955 Antara Jakarta Bandung Madiun Surabaya Bangka Belitung Indonesia

URL:

Customize

Embed:


CATATAN EDITOR :
Latar belakang musik yang digunakan oleh pembuat klip ini (sibentea ?) adalah lagu Genjer-Genjer yang jika mendengar suara penyanyinya – boleh jadi, adalah LILIS SURYANI, yang saat itu sekitar tahun 1965 memang pernah merekam lagu tersebut dalam salah satu album piringan hitam dia. Jangan lupa, lagu Genjer Genjer saat itu adalah lagu yang populerm, sebelum di-CHARACTER ASASSINATION sebagai lagu PKI dan GERWANI. (dpy).

DOKUMENTASI BUKU & FOTO DN AIDIT
http://www.youtube.com/watch?v=HrSltoB8zP0&NR=1



mmamir38 wrote on Apr 26
He he he!
Back groundnya lagu genjer-genjer yang ditabukan oleh rezim Orba!
saniskara wrote on Apr 27
yang ditabukan justru malah enak dinikmati (halah...hehe)
ariega wrote on Apr 27
kemana ya hilangnya buku buku ini....?
anaklawang wrote on Jun 27
hmmmmm
Add a Comment
   
© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help